Pengaturan pola makan pasien obesitas pdf

Perhatikan faktor lingkungan bilamana terdapat gangguan emosional, maka psikoterpi diperlukan. Oleh sebab itu, mekanisme genetik yang serupa merupakan penyebab obesitas yang mungkin pada manusia. Pembagian kalori harus sedemikian rupa, sehingga salah satu porsi tidak boleh melebihi kalori.

Faktor Genetik Obesitas secara pasti terjadi secara familial. Sering ditemukan edema pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan di daerah tungkai dan pergelangan kaki. Terdapat kelebihan sintetase asam lemak.

Kedua tungkai umumnya berbentuk huruf x dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempelmenyebabkan laserasi dan ulserasi yang dapat menimbulkan bau yang kurang sedap.

Faktor Nutrisi Laju pembentukan sel baru terutama cepat ada beberapa tahun pertama kehidupan, dan semakin besar laju penyimpanan lemak. Lebih lanjut, kembar identik biasanya mampu mempertahankan selisih berat badan sekitar 2 pon antara keduanya sepanjang hidup mereka.

Patofisiologi Obesitas terjadi karena adanya kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori.

Jumlah energi yang harus dikurangi setiap minggunya kira-kira kkal atau tiap harinya kka. Barangkali faktor psikogenik yang paling sering berperan pada obesitas adalah gagasan yang berbahaya bahwa kebiasaan makan yang sehat memerlukan tiga kali sehari, dan setiap kali makan harus penuh.

Untuk itu penanganan obesitas melibatkan dokter anak, psikologi perkembangan psikiater anak, pekerja sosial, ahli gizi, dan perawat. Sinyal pendek mempengaruhi porsi makan dan waktu makan, serta berhubungan dengan faktor distensi lambung dan peptida gastrointestinal, yang diperankan oleh kolesistokinin CCK sebagai stimulator dalam peningkatan rasa lapar.

Juga, kebanyakan penderita tumor hipofisis yang menekan hipotalamus wenjadi gemuk secara bertahap, sehigga menggambarkan bahwa obesitas pada manusia, juga dapat dengan pasti dihasilkan karena kerusakan hipotalamus. Namun pada orang gemuk normal, hampir tidak ditemukan adanya kerusakan hipotalamus.

Sering terlihat dagu yang berganda double chin. Masalah gizi karena kelebihan kalori biasanya disertai kelebihan lemak dan protein hewani, kelebihan serat dan mikro nutrien. Leptin kemudian merangsang anorexigenic center di hipotalamus agar menurunkan produksi Neuro Peptide —Y NPYsehingga terjadi penurunan nafsu makan.

Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Walaupun demikian, mungkin bahwa pengaturan fungsional hipotalamus atau pusat makan neurogenik lain berbeda dengan orang gemuk, dibandingkan dengan orang yang tidak gemuk.

Bagaimana klasifikasi dari obesitas? Bagaimana komplikasi dari obesitas? Banyak anak dipaksa mengikuti kebiasaaan ini oleh para orang tua yang terlalu bersemangat, dan anak-anak terus melanjutkan kebiasaan tersebut sepanjang hidupnya. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Komplikasi Faktor kesehatan. Pada suatu turunan tikus, lemak mudah disimpan dalam jaringan asdiposa, tetapi jumlah lipase peka hormon dalam jaringan asdiposa sangat berkurang, sehingga hanya sedikit lemak yang dapat dikeluarkan.

Lesi yang sedemikian juga menyebabkan kelebihan produksi insulin, yang selanjutnya meningkatkan penyimpanan lemak. Sinyal panjang diperankan oleh fat-derived hormon leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dan keseimbangan energi.kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor biologik spesifik.

Faktor genetik diketahui sangat berpengaruh bagi perkembangan penyakit ini. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan.

ASKEP OBESITAS.docx

Keadaan obesitas. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pola makan (p= 0,) dan aktivitas fisik (p= 1,) dengan kejadian obesitas mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik. konsep dasar penyakit, konsep asuhan keperawatan, satuan acara penyuluhan, satuan operasional prosedur, leaflet dan posterfull description.

Untuk klien dengan obesitas, harus lebih mengutamakan pengaturan pola makan yang baik untuk menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi. 3. Dalam perawatan klien, sebaiknya banyak melibatkan orang terdekat klien, mulai dari keluarga, mulai dari keluarga,abat samapi teman akrab laurallongley.com: ALBADAN.

· Untuk klien dengan obesitas, harus lebih mengutamakan pengaturan pola makan yang baik untuk menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi. 3. Dalam perawatan klien, sebaiknya banyak melibatkan orang terdekat klien, mulai dari keluarga. penyebab obesitas, 3) Latihan senam aerobik dan pengaturan pola makan.

Data Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik uji t.

Pengaturan pola makan pasien obesitas pdf
Rated 0/5 based on 69 review